Friday, December 11, 2009

Defense Mechanism Parts




Psychoanalysis and psychodynamic theory have described the process by which we protect ourselves from awareness of our undesired and feared impulses. Defense mechanisms are our way of distancing ourselves from a full awareness of unpleasant thoughts, feelings and desires.
In psychoanalytic theory, defense mechanisms represent an unconscious mediation by the ego of id impulses which are in conflict with the wishes and needs of the ego and/or superego. By altering and distorting one's awareness of the original impulse, one makes it more tolerable.
However, while defense mechanisms are used in an attempt to protect oneself from unpleasant emotions, they often result in equally harmful problems.  Below are some of the more common defense mechanisms.

Dua Potongan Kecil - bagian kedua



Potongan kedua



Via Sant’ Eligio, Roma, Italia. 25 februari 2008, 18.30

Beberapa minggu setelah menyelesaikan misinya di Istambul, Roque menghilang begitu saja. Tak ada kabar dan tak satupun tahu keberadaannya termasuk Andrea. Setelah itu ia kembali ke Italia untuk menjalani kehidupannya seperti sedia kala.
Roque memasuki apartement dan menaiki lift menuju kamarnya di lantai 21. Penampilannya tak berubah, masih mengenakan jeans, t-shirt dan topi hitam. Sweater telah ia tinggalkan karena sekarang udara di kota Roma sudah tidak terasa dingin lagi.

Ketika Roque memasuki lift, di dalamnya sudah ada seorang pria paruh baya seorang diri dengan menenteng koran tergulung di tangannya. Pria yang baru kali ini di jumpainya tersebut memberikan senyuman pada Roque, dan ia balas tersenyum.
Orang ini tampak ramah dan berpenampilan santai. Mungkin ia adalah kerabat dari salah satu penghuni apartement ini, begitu pikir Roque. Roque tak ingin ambil pusing dan sebisa mungkin menghindarkan diri dari berhubungan dengan orang-orang yang tidak perlu demi menjaga rahasia identitasnya.

Orang tersebut keluar dari lift, dan kini lift bergerak naik menuju lantai 21. Ketika telah sampai di depan kamar, Roque mendapati sesuatu yang mencurigakan. Seseorang telah memasuki kamarnya. Itu terlihat dari pintu kamar yang masih sedikit terbuka. Roque membuka pintu itu perlahan lalu masuk ke dalam dengan hati-hati.

Tuesday, December 8, 2009

75 Cara menyelamatkan bumi

 75 Cara menyelamatkan bumi


Sebarkan Tip ini kepada tiap orang yang anda jumpai. Memang lidah tak
bertulang, berbicara memang lebih mudah dibanding melakukannya. Padahal
tanpa banyak bicarapun sebenarnya kita semua bisa ikut mengambil bagian
dalam upaya pelestarian lingkungan

1. Jangan menggunakan listrik untuk penerangan atau peralatan kecuali jika
anda benar-bnar sedang menggunakannya, jika tidak menggunakannya matikanlah !
2. Menggunakan lampu luorescent (neon) yang hemat energi.
3. Pergunakan penerangan, pembangkit listrik, unit-unit pemanas bertenaga
surya.
4. Manfaatkan lebih banyak penerangan cahaya alam.
5. Pergunakan ventilasi yang struktural untuk penyejuk ruangan daripada
menggunakan Air Condition (AC)

Wednesday, November 11, 2009

Imitation of Life

Saturday, October 31, 2009

Dua Potongan Kecil - bagian pertama


The Legend
Dunia tercipta bersamaan dengan serangkaian kejadian…
Alam ditunjuk sebagai bentuknya…
Dan atas kehendak-Nya
Takdir memanggil dan menebarkan manusia laksana potongan-potongan kecil untuk melengkapi rangkaian tersebut
Mereka membawa berbagai keanekaragaman untuk tetap saling melengkapi
Lalu Sang Waktu diputar dan mulai menghitung mundur…
Berabad-abad lamanya di hari yang lain…
Sang Penguasa menciptakan kembali sepasang potongan kecil,
Untuk kembali melengkapi rangkaian Dunia
Mereka sama, namun memiliki keanekaragaman berbeda
Kedua potongan kecil itu serupa, tetapi terlahir dari rahim yang berlainan
Mereka adalah satu jiwa yang terpisah ke dalam dua raga
Manusia yang akan menentukan kemana arah rangkaian itu akan berjalan,
Dan manusia juga-lah yang akan membentuk wajah dunia nanti…
Karenanya…
Takdir mengutus kedua potongan tersebut turun ke dunia,
Hingga pada suatu saat mereka akan di pertemukan.
Jika waktu itu telah tiba…
Mereka sendirilah yang akan menentukan siapa yang akan menjadi bagian dari rangkaian tersebut.
Satu dari keduanya akan terpanggil pulang,
Karena hanya ada satu tempat yang akan diisi oleh salah satu dari keduanya.
Dialah yang akan mengisi tempat itu,
Melengkapi rangkaian tersebut,
Agar dunia tetap berputar…
Dan berjalan sampai pada waktu yang telah ditentukan.


Potongan kesatu

Roma, Italia_ 3 Februari 2008, 10.00 am
Hari Minggu pertama di bulan Februari. Musim dingin tak lama lagi akan berakhir di Italia. Roma, salah satu tempat paling bersejarah di dunia. Tepat di ibu kota Italia inilah dinasti kerajaan Romawi pernah berjaya dan mencengkeramkan cakarnya selama beberapa dekade. Kota dengan peradaban tua terbesar ini sangat terkenal di seluruh penjuru. Tak sedikit seniman-seniman besar dan tokoh-tokoh penting terlahir dari kota ini. Sebut saja Leonardo Da Vinci, semua karya-karya besarnya dikenal mendunia. Selain itu, Roma juga mempunyai banyak tempat-tempat penting yang selalu menyedot perhatian publik. Diantaranya; beberapa monument dan tempat bersejarah seperti Vatican, Colloseum, Castello Sant Rome, Pantheon, dan lain-lain. Musium-musium besar seperti Capitoline Museum in Rome, Museo Nazionale Romano, dan sebagainya. Ada juga converence atau event centers seperti Stadio Olimpico Rome dan Flaminio Stadium. Dan masih banyak lagi seperti shopping centers, universitas, attractions, serta tempat-tempat penting lainnya. Semua itu menghiasi Roma seakan melengkapi keindahan kota tersebut.
Dering nada ponsel yang setengah memekak-kan telinga membangunkan Roque yang saat itu masih terlelap dalam tidurnya. Dengan masih berpakaian lengkap, ia terlihat sangat berantakan di atas tempat tidur. Dan memang selalu seperti itu. Jeans dan t-shirt yang membalut tubuhnya, ditambah sepatu kulit yang sepertinya enggan untuk ia lepas. Penampilan Roque saat itu sama berantakan seperti kamarnya. Selain kotor dan pengap, ruangan di apartement tua lantai 21 itu kelihatan tak tertata rapih. Banyak barang-barang yang terletak tidak pada tempatnya. Barisan sarang laba-laba terlihat di beberapa sudut atas kamar. Ditambah dengan cat tembok yang kusam, semua itu seakan ikut melengkapi pesta Halloween di kamar Roque. Dan lebih parahnya lagi, di salah satu sudut kamar, terlihat tempat sampah kecil yang sudah sangat penuh. Sampah-sampah itu akhirnya berserakan di sekitar tempatnya karena sudah tak bisa menampung lagi. Mungkin Roque bukanlah seorang penata ruang yang baik. Tapi bisa dipastikan, siapapun yang menyaksikan pemandangan itu, orang itu akan berkata, “Oh my God!” Lalu setelah shocking terapi tersebut akan muncul sebuah pertanyaan, “sebenarnya apa saja yang dilakukan orang ini setiap harinya?”
Roque beranjak terperanjat dari tidurnya. Mengusap mata, dan menengok kearah jendela di sebelah kanan tempat tidur. Ternyata hari sudah siang. Matahari sudah bersinar terik. Diambilnya sebotol Teaquila yang baru semalam ia beli. Roque membuka jendela, dan sejenak menghela nafas panjang. Udara diluar terasa lebih segar tentunya. Dari jendela kamar ini Roque biasa menikmati pemandangan luar. Ada beberapa keistimewaan dari apartement tua lantai 21 yang sudah dua tahun ia tinggali ini. Selain harga sewa yang murah tentunya, keindahan kota Roma tereksplorasi dengan jelas dari sisi ini. Kesibukan lalu lintas kota Roma, sungai Tevere yang membentang indah, beberapa bangunan bersejarah dan gedung pencakar langit bisa dinikmati dari jendela kamar Roque. Bila semua itu dipadukan dengan mentari pagi khas Italia, secangkir cappuccino dan sepotong pizza, maka siapapun akan terkesan menikmatinya.
Roque membuka pesan yang baru saja masuk di ponselnya. Sebuah pesan tanpa identitas si pengirim, “Leonardo Da Vinci Airport, Baccardi and Corona cigar on the table corner of food court, 02.30 pm

***

Sunday, September 27, 2009

Welcome to my Lab